PEMANASAN
GLOBAL
DI
S
U
S
U
N
OLEH:
NAMA
: Mawardi
NIM :
1105101050047
FAKULTAS
PERTANIAN JURUSAN AGROTEKNOLOGI
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
DARUSSALAM,
BANDA ACEH
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemanasan global atau
global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut
dan daratan meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan
perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas
kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
Akibat-akibat pemanasan global yang
lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya
berbagai jenis hewan. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah
menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan
emisi gas-gas rumah kaca.
Pemanasan global mengakibatkan dampak
yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di
kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan
banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan
hama penyakit, dsb).
B.Tujuan
- Untuk
mengetahui secara jelas apa pemanasan global itu.
- Untuk
mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global.
- Untuk
mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia
- sendiri
maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
- Untuk
mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat
dari pemanasan global.
- Untuk
dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat
mencegah lebih lanjut pemanasan global tersebut
BAB
II
PEMBAHASAN
Penyebab
Terjadinya Global Warming

A.
Efek Rumah Kaca
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomenapeningkatan
temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse
effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas. Berbagai
literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang
terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang
dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.
Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan
bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah
kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin
banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini
sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya,
planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh
permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di
atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
B.
Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari,
dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi
kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan
pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan
memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.
Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun
1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama
pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek
pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun
1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung
berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga
tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.
C.
Dampak Global Warming
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan
perubahan-perubahan yang lain seperti meningkatnya intensitas fenomena cuaca
yang ekstrim cuaca, tinggi permukaan air laut, hilangnya pantai, pertanian,
kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.Para ilmuan memperkirakan bahwa
selama pemanasan global, daerah bagian Utaradari belahan Bumi Utara (Northern
Hemisphere) akan memanas lebih dari daerahdaerahlain di Bumi. Akibatnya,
gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es
yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah daerah yang sebelumnya
mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi.Pada pegunungan di
daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan
lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area.
Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk
meningkat.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang
menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut
malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini
disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan
meningkatkan efek insulasi pada atmosfer.
Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akanmembentuk awan yang
lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya mataharikembali ke angkasa luar,
di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan.Kelembaban yang tinggi akan
meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1% untuk setiap derajat
Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telahmeningkat sebesar 1
persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebihsering.
Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.Akibatnya beberapa
daeraakan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih
kencang danmungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang
memperolehkekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan
denganpemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan
terjadi.Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
Tinggi
Permukaan LautPerubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan
lingkungan yang stabilsecara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan
permukaan lautan juga akanmenghangat, sehingga volumenya akan membesar dan
menaikkan tinggi permukaanlaut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di
kutub, terutama sekitar Greenland,yang lebih memperbanyak volume air di laut.
Tinggi muka laut di seluruh dunia telahmeningkat 10-25 cm (4 – 10 inchi) selama
abad ke-20, dan para ilmuan IPCCmemprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm
(4 – 35 inchi) pada abad ke-21.Selain itu dengan adanya pemanasan global suhu
permukaan air laut menjadi lebihhangat, sehingga meningkatkan tekanan bagi
ekosistem laut seperti batu karang yangmenjadi putih. Pada proses ini
karang-karang melepaskas ganggang yang memberikan warna dan makanan pada
karang, sehingga karang menjadi putih dan mati.Peningkatan suhu air juga
membantu menyebarkan penyakit-penyakit yang sangatmempengaruhi kehidupan
mahkluk-mahkluk di dalam laut.
Pertanian Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan
menghasilkan lebihbanyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya
tidak sama di beberapatempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin
akan mendapat keuntungandari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa
tanam.Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian
Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air
irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan
salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair
sebelum puncak bulanbulan masa tanam.Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami
serangan serangga dan penyakit yanglebih hebat.Hewan dan Tumbuhan. Hewan dan
tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini
karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global,
hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan.
Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat
lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan
menghalangi perpindahan ini.Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau
selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan
mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju
kutub mungkin juga akan musnah. Beberapa spesies sangat sulit untuk dapat
bertahan di habitatnya sekarang. Beberapa tanaman bunga tidak dapat berbunga
tanpa mengalami musim dingin yang benar-benar dingin. Dan kegiatan manusia
telah mempersulit tumbuhan dan binatang untuk mencapai habitat barunya bahkan
tidak memungkinkan bagi tumbuhan dan binatang untuk mencari habitat
baru.Kesehatan Manusia.Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa
lebih banyak orang yangterkena penyakit atau meninggal karena stress panas.
Wabah penyakit yang biasaditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang
diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas
karena mereka dapat berpindah kedaerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi
mereka. Saat ini, 45 persen penduduk duniatinggal di daerah di mana mereka
dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria;persentase itu akan
meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat.Penyakit-penyakit tropis
lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam
kuning, dan encephalitis.Para ilmuan jugamemprediksimeningkatnya insiden alergi
dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangatakan memperbanyak polutan,
spora mold dan serbuk sari. Penderita kanker kulit jugameningkat. Gelombang
panas yang terus menerus dapat menyebabkan penyakit dankematian. Banjir dan
kekeringan meningkatkan kelaparan dan kekurang gizi. Gejalayang sangat jelas
terlihat dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya,hujan deras
masih sering datang meski sudah memasuki bulan yang seharusnya sudahterhitung
musim kemarau.
Menurut perkiraan, dalam 30 tahun
terakhir pergantian musim kemarau ke musim penghujan terus bergeser, dan kini
jaraknya berselisih nyaris sebulan dari keadaan normal.Serangkaian bencana alam
yang terjadi beberapa tahun terakhir ini seperti banjir, kebakaran hutan,
longsor, kekeringan, erosi besar-besaran semuanya berhubungan dengan parahnya
keadaan hutan kita.Kebakaran hutan yang disebabkan oleh konsesi dan perkebunan
telah menobatkan
Indonesia sebagai negara pengemisi
gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia,” Indonesia pantas malu karena telah
menjadi negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari
kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut yang diubah menjadi pemukiman atau
hutan industri. Jika kita tidak bisa menyelamatkan hutan mulai dari sekarang,
diperkirakan 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan
Kalimantan yang habis, dan 15 tahun lagi seluruh hutan di Indonesiatidak akan
tersisa dan disaat itulah kita semua tidak bisa lagi menghirup udara bersih.
D. Cara mengatasi Global Warming
Para ilmuwan mempelajari cara-cara
untuk membatasi pemanasan global. Kunci utamanya adalah: Membatasi emisi CO2
Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi
minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang
kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.Energi alternatif yang dapat
digunakan diantaranya angin, sinar matahari, energy nuklir, dan panas bumi.
Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi energi listrik. Sinar matahari
juga dapat dirubah menjadi energi listrik atau sumber panas yang bias
dimanfaatkan seperti pemanas air, kompor matahari, dll. Energi panas bumi bias
dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Sumber energi alternatif memang
lebih mahal dibanding energi minyak namun penelitian lebih lanjut akan membantu
untuk lebih menekan biaya. Emisi CO2 dapat dikurangi jika mobil-mobil bisa
lebih hemat bahan bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk
menciptakan mesin yang hemat bahan bakar. Penemuan-penemuan telah mengembangkan
alat untuk menggantikan mesin pembakaran atau menggunakan mesin yang lebih
kecil. Sebuah mobil dengan tenaga batery listrik telah memasuki pasar, tetapi
masih dilengkapi dengan mesin kecil berbahan bakar minyak.Bahan bakar sel yakni
sebuah alat yang mampu merubah energi kimia menjadienergi listrik bisa
dikembangkan untuk mobil-mobil di masa depan. Menyembunyikan karbon yang juga
membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang
ada. Menyembunyikan karbon dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dibawah tanah
atau penyimpanan air tanah dan penyimpanan didalam tumbuhan hidup.
Bawah tanah atau air bawah tanah
bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2ke dalam lapisan bumi atau ke dalam
lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan
gas bumi di tambang-tambang minyak. Dengan memompakan CO2 kedalam tempat-tempat
penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak
atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon.
Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bisa menyembunyikan karbon dioksida.
Lautan juga dapat menyimpan banyak karbon dioksida, tetapi
para ilmuwan belumdapat menetapkan pengaruhnya terhapad lingkungan hidup di
dalam laut. Tumbuhan hijau menyerap CO2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi
karbon dari CO2 dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang
disimpan di dalam jaringan. Setelah tanaman mati maka tubuhnya akan terurai dan
melepaskan CO2. Ekosistem dengan tumbuh-tumbuhan yang berlimpah seperti hutan
atau perkebunan dapat menahan lebih banyak karbon, tetapi generasi manusia yang
akan datang harus tetap menjaga ekosistem agar tetap utuh, jika tidak maka
karbon yang disimpan dalam tanaman akan lepas kembali ke atmosfer.
Adapun tindakan yang dapat kita
lakukan dalam upaya mengantisipasi pemanasan global adalah dengan mengubah
perilaku sehari-hari agar hemat energi. Antara lain dengan cara berikut: a.
Menghemat listrik. Contohnya gunakan televise seperlunya, Biasakan mematikan
televisi bila tidak digunakan, demikian pula dengan perangkat lainnya seperti DVD,
HiFi dan Home Theater, gunakan seterika listrik yang menggunakan sistem
pengatur panas otomatis dan aturlah tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan
bahan pakaiannya, ganti bohlam lampu dengan jenis CFL dan bersihkan lampu
karena debu dapat mengurangi tingkat penerangan hingga 5%.
Jikamenggunakan AC, tutup pintu dan
jendela selama AC menyala dan atur suhu secukupnya atau sekitar 21-24ºC lalu
matikan AC jika tidak digunakan. c. Tanam pohon sebanyak mungkin di lingkungan
anda. d. Menjemur pakaian diluar, karena angin dan panas lebih baik dari pada
menggunakan mesin dryer (pengering) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. e.
Gunakan kendaraan umum yang bebas emisi. Bike for work salah satu
alternatifnya. f. Menghemat penggunaan kertas, karena bahan bakunya berasal
dari kayu. g. Say no to plastic, karena hampir semua sampah plastic
menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar (plastic tersebut didaur ulang)
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
1. Pemanasan global merupakan akibat
dari aktivitas manusia yang cenderungpossibleistik (manusia dapat mengubah
alam). Aktivitas ini lah yang memacupeningkatan emisi gas rumah kaca ke
atmosfer.
2. Meningkatnya suhu global
diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahanyang lain seperti meningkatnya
intensitas fenomena cuaca yang ekstrim cuaca,tinggi permukaan air laut,
hilangnya pantai, dan lain-lain.
3. Pemanasan global merupakan akibat
dari aktivitas manusia yang cenderung possibleistik (manusia dapat mengubah
alam). Aktivitas ini lah yang memacu peningkatan emisi gas rumah kaca ke
atmosfer.
Saran
Sebagai salah satu makhluk yang
tinggal di bumi, kita seharusnya bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi
pada tempat kita tinggal yaitu bumi. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk
implementasi dari tanggung jawab tersebut terhadap pemanasan global adalah
dengan berusaha semaksimal mungkin menghemat penggunaan energi.
DAFTAR
PUSTAKA
Ali, Sayed Iqbal.1990. International sea level rise.
Bangladesh center : Banglades
Foley, Gerald. 1993. Pemanasan Global. Yayasan Obor
Indonesia : Jakarta
Houghton,R.A.1993. Forest and Climate Majalah Global Forest
: Bandung
http://www.walhi.or.id/kampanye/psda/061128_keadilan_iklim/

No comments:
Post a Comment