Wednesday, 20 February 2013

pht

I.      PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Pengertian pengendalian gulma (control) harus dibedakan dengan pemberantasan (eradication). Pengendalian gulma (weed control) dapat didefinisikan sebagai proses membatasi infestasi gulma sedemikian rupa sehingga tanaman dapat dibudidayakan secara produktif dan efisien. Dalam pengendalian gulma tidak ada keharusan untuk membunuh seluruh gulma, melainkan cukup menekan pertumbuhan dan atau mengurangi populasinya sampai pada tingkat dimana penurunan produksi yang terjadi tidak berarti atau keuntungan yang dieroleh dari penekanan gulma sedapat mungkin seimbang dengan usaha ataupun biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain pengendalian bertujuan hanya menekan populasi gulma sampai tingkat populasi yang tidak merugikan secara ekonomic atau tidak melampaui ambang ekonomik (economic threshold), sehingga sama sekali tidak bertujuan menekan populasi gulma sampai nol.
Sedangkan pemberantasan merupakan usaha mematikan seluruh gulma yang ada baik  yang sedang tumbuh maupun alat-alat reproduksinya, sehingga populasi gulma sedapat mungkin ditekan sampai nol. Cara ini mungkin baik bila dilakukan pada areal yang sempit dan tidak miring, sebab pada area yang luas cara ini merupakan sesuatu yang mahal dan pada tanah miring kemungkinan besar menimbulkan erosi Eradikasi pada umumnya hanya dilakukan terhadap gulma-gulma yang sangat merugikan dan pada tempat-tempat tertentu.

1.2.Perkembangan Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma meskipun merupakan disiplin ilmu baru, tetapi merupakan seni yang relatif  tua. Perkembangan pengendalian gulma dari masa Mesir Kuno dan Mesopotamia pada tahun 6000 SM sampai masa pengendalian gulma modern telah banyak ditulis. Pada garis besarnya sebelum abad ini adalah era pengendalian gulma secara manual, kulturteknis dan mekanis. Selanjutnya pada awal abad ini mulai digunakan bahan kimia anorganik seperti tembaga sulfat, tembaga nitrat, asam sulfat, natrium arsenit, natrium khlorat dan sebagainya, yang pada umumnya digunakan untuk mengendalikan gulma daun lebar pada tanaman serealia. Pengendalian gulma sebagai disiplin ilmu adalah akibat atau hasil dari penelitian. Penemuan senyawa kimia anorganik untuk mengendalikan gulma pada umumnya terjadi secara kebetulan, namun kemudian secara sistematik melalui penelitian. Periode penelitian herbisida anorganik telah melahirkan konsepsi translokasi dan selektivitas herbisida yang dikemudian hari memegang peranan penting dalam pengembangan herbisida.
      Tonggak sejarah pengendalian gulma modern adalah dengan ditemukannya 2,4 D sebagai herbisida pada tahun 1944. sejak saat itu dimulailah era pengendalian gulma secara kimiawi dan jutaan US dollar disediakan oleh perusahaan agrokimia bagi penelitian untuk menghasilkan herbisida baru terutama dari senyawa organik. Antara tahun 1952 sampai dengan tahun 1969 di Amerika Serikat telah dihasilkan 75 jenis bahan aktif herbisida baru atau rata-rata lebih dari 4 bahan aktif herbisida baru pertahun. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 150 bahan aktif herbisida terutama dari senyawa organik.
Berkembangnya pengakuan akan pentingnya pengendalian gulma sebagai disiplin ilmu yang dinamis menyebabkan Departemen di beberapa Universitas di Amerika Serikat diubah namanya dengan penambahan kata ”Weed”. Pertama kali adalah Mississipi State University pada tahun 1963 membentuk Departement of Plant Pathology, Seed and Weed Science, kemudian menyusul Universitas lainnya seperti Departement of Plant Pathology, Seed an Weed Science di Lowa State University, Departement of Plant Pathology, Physiology and Weed Science di Virginia Tech University, dan Departement of Plant Pathology Virginia Tech University, dan Departement of Plany Pathology and Weed Science di Colorado State University. Pada umumnya di Amerika Serikat bidang keahlian gulma berada pada departemen ilmu tanaman, agronomi, hortikultura, botani atau kehutanan.
      Berkembangnya pengakuan akan pentingnya pengendalian gulma di Indonesia telah dipublikasi. Soerjani (1986) membagi sejarah gulma di Indonesia menjadi zaman pendahulu (sampai tahun 1950), zaman Perintis (1951-1970) dan zaman Pendasar (1971-1990). Tahun 1970 merupakan titik tolak penting bagi perkembangan pengendalian gulma di Indonesia dengan dibentuknya Himpunan Ilmu Tumbuhan Pengganggu Indonesia (HITPI) yang kemudian menjadi Himpunan Ilmu Gulma Indonesia (HIGI) dan disusul dengan terselenggaranya konferensi pertama di Bogor tahun 1971, dengan konferensi berikutnya setiap 2 tahun sekali. Mungkin Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah perguruan tinggi pertama yang memberikan mata kuliah gulma pada program S1 yakni mulai pertengahan tahun 1960-an. Saat ini hampir semua Fakultas Pertanian di Indonesia baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta memberikan mata kuliah gulma pada program S1. perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pascasarjana bidang keahlian gulma adalah IPB, Unpad, UGM, dan Unibraw. Pada umumnya bidang gulma bernaung dibawah depertemen ilmu tanaman atau agronomi.

1.3.Konsepsi Pengendalian Gulma
Tingkat pengaruh yang ditimbulkan gulma terhadap tanaman pokok ditentukan oleh beberapa faktor yang meliputi faktor fisik, biologi dan kultur teknis. Faktor fisik mencakup kelembaban tanah, intensitas cahaya, temperatur, kesuburan tanah dan curah hujan. Faktor biologi mencakup komposisi dan kerapatan koloni gulma, tipe tanaman pokok, kerapatan tanaman pokok, serangga dan patogen (penyebab penyakit). Faktor-faktor tersebut menentukan apakah keseimbangan suatu pertanaman akan bergeser ke arah tanaman pokok atau ke arah gulma (crop-weed balance). Oleh karena itu dalam setiap upaya pengendalian gulma harus memperhatikan faktor-faktor crop-weed balance itu.
Pengendalian gulma pada prinsipnya merupakan usaha meningkatkan daya saing tanaman pokok dan melemahkan daya saing gulma. Keunggulan tanaman pokok harus menjadi sedemikian rupa sehingga gulma tidak mampu mengembangkan pertumbuhannnya secara berdampingan atau pada waktu bersamaan dengan tanaman pokok. Dalam pengertian ini semua praktek budidaya di pertanaman (sejak penyiangan lahan) dapat dibedakan antara yang lebih meningkatkan daya saing tanaman pokok atau meningkatkan daya saing gulma. Praktek budidaya yang keliru akan berakibat seperti yang disebutkan terakhir.
Pelaksanaan pengendalian gulma hendaknya didasari dengan pengetahuan yang cukup mengenai gulma yang bersangkutan. Apakah gulma tersebut bersiklus hidup annual, biennial ataupun perennial, bagaimana berkembang-biaknya, bagaimana sistem penyebarannya, bagaimana dapat beradaptasi dengan lingkungan dan dimana saja distribusinya, bagaimana bereaksi terhadap perubahan lingkungan, dan bagaimana tanggapannya terhadap perlakuan-perlakuan tertentu termasuk penggunaan zat-zat kimia berupa herbisida.
Tidak ada satupun metode/cara yang dapat mengendalikan semua species gulma secara tuntas di pertanaman. Suatu metode mungkin dapat menekan species-species tertentu, tetapi beberapa species yang lain justru mendapat pengaruh yang menguntungkan baik langsung ataupun tidak langsung. Jika satu atau beberapa species gulma dibunuh maka akan diganti species lain dan ini mungkin akan menimbulkan masalah yang lebih berat dari species-species sebelumnya.
Bila suatu metode dipraktekkan terus-menerus pada beberapa musim, maka species-species gulma yang terpengaruhi secara menguntungkan cenderung akan mendominasi di musim selanjutnya. Peristiwa ini yang memungkinkan timbulnya species-species gulma utama (major weed species) yang mendominasi suatu pertanaman. Sebagai contoh pada pertanaman sayuran dataran tinggi karena frekuensi pengerjaan tanah yang tinggi dan praktek penyiangan yang teratur maka species-species gulma yang kurang vigor seperti Ageratum conyzoides dan Ageratum hastoneanum ternyata tertekan, sebaliknya memunculkan species-species gulma yang vigor seperti Galinsoga parviflora, Eleusine indica dan Polygonum nepalense.
Efisiensi pengendalian gulma tergantung efektivitas tindakan yang memadai untuk mencapai batas minimun pengendalian tertentu. Pengendalian gulma secara penuh dibawah semua kondisi mungkin tidak diperlukan dan tidak dianjurkan. Pada semua pertanaman terdapat suatu periode yang saat itu gulma seharusnya dipertahankan dibawah batas daya-saing tertentu sehingga dicapai produksi maksimum dan periode dimana gulma dapat dibiarkan tumbuh dengan tanaman tanpa mengurangi produksi sehingga tindakan pengendalian tidak diperlukan. Pengendalian gulma yang penting dilaksanakan pada semua pertanaman umumnya pada saat periode kritis persaingan gulma.


1.4.            Analisis Masalah
Untuk melihat suatu masalah gangguan gulma pada suatu areal perlu dilaksakan suatu analisa masalah gulma, hal ini bertujuan agar dalam pengendalian tercapai sasaran yang tepat baik dalam pengendalian tercapai sasaran yang tepat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Analisis masalah gulma terdiri dari beberapa tahapan diantaranya:
  1. Identifikasi gulma: ini berguna untuk dapat mengklasifikasikan gulma yang didapati di areal tersebut, sehingga kita dapat menentukan suatu tindakan pengendalian yang tepat.
  2. Identifikasi lapangan: berguna untuk melihat keadaan lapangan misalnya: keadaan topografinya: hal ini bermanfaat untuk menentukan salah satu metoda pengendalian yang sesuai.
  3. Identifikasi tanaman utama, hal ini perlu diketahui karena setiap tanaman berbeda kepekaannya terhadap persaingan gulma.
  4. Kerugian yang ditimbulkan gulma tersebut, diselidiki apakah masih di bawah atau sudah di atas batas ambang ekonomi.
  5. Penetapan metode pengendalian, hal ini dengan memperhatikan point 1 sampai 4 di atas.
















Gambar -1. Tahapan prosedur pengelolaan gulma
  1. Pelaksanaan metoda pengendalian yang sudah ditetapkan.
  2. Analisa hasil pengendalian, apakah efektif atau tidak berhasil, jika tidak berhasil dapat dievaluasi kembali untuk mengetahui kesalahan.
Secara garis besarnya dalam pengelolaan tumbuhan pengganggu didapati 4 tahapan (Gambar 1), yaitu:
1.      Identifikasi problem
2.      Pemilihan metoda pengendalian
3.      Pelaksanaan metoda pengendalian
4.      Pengelolaan jangka panjang

1.5.Teknik Pengendalian Gulma
Terdapat beberapa metode/cara pengendalian gulma yang dapat dipraktekkan di lapangan. Sebelum melakukan tindakan pengendalian gulma sangat penting bagi kita mengetahui cara-cara tersebut guna memilih cara yang paling tepat untuk suatu jenis tanaman budidaya dan gulma yang tumbuh di suatu daerah.
Teknik pengendalian yang tersedia adalah :
a.       Pengendalian dengan upaya preventif (pembuatan peraturan/perundangan, karantina, sanitasi, dan peniadaan sumber invasi).
b.      Pengendalian secara mekanis/fisik (pengerjaan tanah, penyiangan, pencabutan, pembabatan, penggenangan dan pembakaran).
c.       Pengendalian secara kultur-teknis (penggunaan jenis unggul terhadap gulma  pemilihan saat tanam, cara tanam-perapatan jarak tanam/heavy seeding, tanaman sela, rotasi tanaman dan penggunaan mulsa).
d.      Pengendalian secara hayati (pengadaan musuh alami, manipulasi musuh alami dan pengelolaan musuh alami yang ada disuatu daerah).
e.       Pengendalian secara kimiawi (herbisida dengan berbagai formulasi, surfaktan, alat aplikasi dsb).
f.       Pengendalian dengan upaya memanfaatkan (untuk berbagai keperluan seperti sayur, bumbu, bahan obat, penyegar, bahan kertas/karton, biogas, pupuk, bahan kerajinan dan makanan ternak).
Ditinjau dari berbagai teknik pengendalian yang tersedia, biasanya cara yang digunakan tergantung tingkat usaha-tani, tanaman yang diusahakan , kultur teknis, kemampuan teknologi, dan status ekonomi petani. Pengendalian gulma tanpa herbisida biasanya sangat mahal dan kurang efesien. Sebagai contoh di Amerika Serikat pengendalian mekanis gulma air memerlukan biaya 7-10 kali lipat dibandingkan pengendalian dengan herbisida, sedang di Indonesia pengendalian mekanis gulma air di Rawa Pening memerlukan biaya sekitar 6-8 kali lebih mahal daripada cara kimia. Pengendalian hayati merupakan harapan lain yang ternyata juga tidak cukup lincah, karena hanya beberapa jenis gulma yang dapat dikendalikan secara hayati. Pengendalian gulma diperkebunan dengan penggembalaan, misalnya dengan biri-biri juga merupakan salah satu kemungkinan cara pengendalian yang didasarkan pada kemampuan alam seperti jenis tanaman yang dapat tumbuh cepat, tajuknya cepat menutup tanah dan mampu mengadakan persaingan dengan gulma, ternyata belum dikembangkan dengan baik (baru dalam taraf penjajangan dan percobaan). Kemungkinan lain yang sedang dikembangkan adalah pengendalian dengan memadukannya bersama cara pengelolaan tanaman yang lain seperti pemupukan. Pengendalian gulma di Indonesia masih banyak dilakukan dengan tenaga manusia, meski demikian penggunaan herbisida juga menunjukka gejala yang meningkat. Pengendalian gulma dengan herbisida banyak dilakukan di perkebunan teh, karet, kelapa sawit, kelapa tebu, kapas, kina dan coklat.
Dalam perkembangan teknologi pengendalian gulma selanjutnya ternyata pengendalian tanpa herbisida kurang mendapat perhatian baik oleh pakar maupun praktisi, karena kurang mengundang inovasi teknologi. Cara pengendalian tanpa herbisida yang masih mengundang inovasi adalah penggunaan alat-alat seperti pemotong gulma, traktor dan sebagainya. Sedangkan pengendalian gulma dengan herbisida banyak memperoleh perhatian karena lebih mengundang inovasi teknologi dan menyangkut kelayakan ekonomi. Dewasa ini beberapa alat aplikasi dan formulasi yang lebih sesuai telah ditemukan seperti formulasi herbisida cepat lambat (slow-relase formulation), herbisida allelochemical dan herbisida microbial.


Jadi dengan melaksanakan analisa masalah gulma, dapatlah menghemat biaya pengendalian dan mempercepat pekerjaan pengendalian, sehingga masalah tumbuhan dapat teratasi.



pemanasan global


PEMANASAN GLOBAL
DI
S
U
S
U
N
OLEH:
NAMA       : Mawardi
NIM           : 1105101050047

 

                                                                                           




FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN AGROTEKNOLOGI
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2012


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pemanasan global atau global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb).
B.Tujuan
  • Untuk mengetahui secara jelas apa pemanasan global itu.
  • Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global.
  • Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia
  • sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
  • Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan global.
  • Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan global tersebut



BAB II
PEMBAHASAN

Penyebab Terjadinya Global Warming


A.     Efek Rumah Kaca
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomenapeningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
 B.     Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.


C.     Dampak Global Warming
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim cuaca, tinggi permukaan air laut, hilangnya pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utaradari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerahdaerahlain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah daerah  yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi.Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer.
Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akanmembentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya mataharikembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan.Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1% untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telahmeningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebihsering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.Akibatnya beberapa daeraakan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang danmungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperolehkekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan denganpemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi.Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

Tinggi Permukaan LautPerubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabilsecara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akanmenghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaanlaut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland,yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telahmeningkat 10-25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCCmemprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21.Selain itu dengan adanya pemanasan global suhu permukaan air laut menjadi lebihhangat, sehingga meningkatkan tekanan bagi ekosistem laut seperti batu karang yangmenjadi putih. Pada proses ini karang-karang melepaskas ganggang yang memberikan warna dan makanan pada karang, sehingga karang menjadi putih dan mati.Peningkatan suhu air juga membantu menyebarkan penyakit-penyakit yang sangatmempengaruhi kehidupan mahkluk-mahkluk di dalam laut.
Pertanian Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebihbanyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapatempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungandari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam.Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulanbulan masa tanam.Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yanglebih hebat.Hewan dan Tumbuhan. Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini.Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. Beberapa spesies sangat sulit untuk dapat bertahan di habitatnya sekarang. Beberapa tanaman bunga tidak dapat berbunga tanpa mengalami musim dingin yang benar-benar dingin. Dan kegiatan manusia telah mempersulit tumbuhan dan binatang untuk mencapai habitat barunya bahkan tidak memungkinkan bagi tumbuhan dan binatang untuk mencari habitat baru.Kesehatan Manusia.Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yangterkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasaditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah kedaerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat ini, 45 persen penduduk duniatinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria;persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat.Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam kuning, dan encephalitis.Para ilmuan jugamemprediksimeningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangatakan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari. Penderita kanker kulit jugameningkat. Gelombang panas yang terus menerus dapat menyebabkan penyakit dankematian. Banjir dan kekeringan meningkatkan kelaparan dan kekurang gizi. Gejalayang sangat jelas terlihat dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya,hujan deras masih sering datang meski sudah memasuki bulan yang seharusnya sudahterhitung musim kemarau.
Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir pergantian musim kemarau ke musim penghujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari keadaan normal.Serangkaian bencana alam yang terjadi beberapa tahun terakhir ini seperti banjir, kebakaran hutan, longsor, kekeringan, erosi besar-besaran semuanya berhubungan dengan parahnya keadaan hutan kita.Kebakaran hutan yang disebabkan oleh konsesi dan perkebunan telah menobatkan
Indonesia sebagai negara pengemisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia,” Indonesia pantas malu karena telah menjadi negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut yang diubah menjadi pemukiman atau hutan industri. Jika kita tidak bisa menyelamatkan hutan mulai dari sekarang, diperkirakan 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, dan 15 tahun lagi seluruh hutan di Indonesiatidak akan tersisa dan disaat itulah kita semua tidak bisa lagi menghirup udara bersih.


D.     Cara mengatasi Global Warming
Para ilmuwan mempelajari cara-cara untuk membatasi pemanasan global. Kunci utamanya adalah: Membatasi emisi CO2 Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.Energi alternatif yang dapat digunakan diantaranya angin, sinar matahari, energy nuklir, dan panas bumi. Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi energi listrik. Sinar matahari juga dapat dirubah menjadi energi listrik atau sumber panas yang bias dimanfaatkan seperti pemanas air, kompor matahari, dll. Energi panas bumi bias dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Sumber energi alternatif memang lebih mahal dibanding energi minyak namun penelitian lebih lanjut akan membantu untuk lebih menekan biaya. Emisi CO2 dapat dikurangi jika mobil-mobil bisa lebih hemat bahan bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk menciptakan mesin yang hemat bahan bakar. Penemuan-penemuan telah mengembangkan alat untuk menggantikan mesin pembakaran atau menggunakan mesin yang lebih kecil. Sebuah mobil dengan tenaga batery listrik telah memasuki pasar, tetapi masih dilengkapi dengan mesin kecil berbahan bakar minyak.Bahan bakar sel yakni sebuah alat yang mampu merubah energi kimia menjadienergi listrik bisa dikembangkan untuk mobil-mobil di masa depan. Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Menyembunyikan karbon dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dibawah tanah atau penyimpanan air tanah dan penyimpanan didalam tumbuhan hidup.
Bawah tanah atau air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2ke dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. Dengan memompakan CO2 kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bisa menyembunyikan karbon dioksida.
Lautan juga dapat menyimpan banyak karbon dioksida, tetapi para ilmuwan belumdapat menetapkan pengaruhnya terhapad lingkungan hidup di dalam laut. Tumbuhan hijau menyerap CO2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan. Setelah tanaman mati maka tubuhnya akan terurai dan melepaskan CO2. Ekosistem dengan tumbuh-tumbuhan yang berlimpah seperti hutan atau perkebunan dapat menahan lebih banyak karbon, tetapi generasi manusia yang akan datang harus tetap menjaga ekosistem agar tetap utuh, jika tidak maka karbon yang disimpan dalam tanaman akan lepas kembali ke atmosfer.
Adapun tindakan yang dapat kita lakukan dalam upaya mengantisipasi pemanasan global adalah dengan mengubah perilaku sehari-hari agar hemat energi. Antara lain dengan cara berikut: a. Menghemat listrik. Contohnya gunakan televise seperlunya, Biasakan mematikan televisi bila tidak digunakan, demikian pula dengan perangkat lainnya seperti DVD, HiFi dan Home Theater, gunakan seterika listrik yang menggunakan sistem pengatur panas otomatis dan aturlah tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaiannya, ganti bohlam lampu dengan jenis CFL dan bersihkan lampu karena debu dapat mengurangi tingkat penerangan hingga 5%.
Jikamenggunakan AC, tutup pintu dan jendela selama AC menyala dan atur suhu secukupnya atau sekitar 21-24ÂșC lalu matikan AC jika tidak digunakan. c. Tanam pohon sebanyak mungkin di lingkungan anda. d. Menjemur pakaian diluar, karena angin dan panas lebih baik dari pada menggunakan mesin dryer (pengering) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. e. Gunakan kendaraan umum yang bebas emisi. Bike for work salah satu alternatifnya. f. Menghemat penggunaan kertas, karena bahan bakunya berasal dari kayu. g. Say no to plastic, karena hampir semua sampah plastic menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar (plastic tersebut didaur ulang)







BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.      Pemanasan global merupakan akibat dari aktivitas manusia yang cenderungpossibleistik (manusia dapat mengubah alam). Aktivitas ini lah yang memacupeningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
2.      Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahanyang lain seperti meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim cuaca,tinggi permukaan air laut, hilangnya pantai, dan lain-lain.
3.      Pemanasan global merupakan akibat dari aktivitas manusia yang cenderung possibleistik (manusia dapat mengubah alam). Aktivitas ini lah yang memacu peningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.

Saran
Sebagai salah satu makhluk yang tinggal di bumi, kita seharusnya bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada tempat kita tinggal yaitu bumi. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk implementasi dari tanggung jawab tersebut terhadap pemanasan global adalah dengan berusaha semaksimal mungkin menghemat penggunaan energi.











DAFTAR PUSTAKA

Ali, Sayed Iqbal.1990. International sea level rise. Bangladesh center : Banglades
Foley, Gerald. 1993. Pemanasan Global. Yayasan Obor Indonesia : Jakarta
Houghton,R.A.1993. Forest and Climate Majalah Global Forest : Bandung
http://www.walhi.or.id/kampanye/psda/061128_keadilan_iklim/

MAKALAH GLOBAL WARMING - isomwebs.com | Education, Lifestyle, Entertainment, News, and Articles

Home » Kumpulan Artikel » MAKALAH GLOBAL WARMING

MAKALAH GLOBAL WARMING

Thursday, October 6th, 2011 | Kumpulan Artikel, Makalah
Click Here


MAKALAH GLOBAL WARMING

MAKALAH GLOBAL WARMING – pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai makalah global warming.

Bagi anda yang sedang mencari makalah global warming, berikut adalah makalahnya.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
 Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengajar. Makalh ini membahas tentang Pemanasan global atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan.
2.2 identifikasi masalah
            Timbulnya masalah pemanasan global yang merupakan masalah lingkungan
ini telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan, yaitu penyebab, keberadaan dan dampak yang diakibatkan dari pemanasan global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah  pemanasan global ini dapat
diuraikan dalam beberapa bagian :
1.      pengertian global warming?
2.      penyebab global warming?
 Pemanasan global ini mengakibatkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif. Tanpa adanya pemanasan global, tidak akan ada kehidupan di dunia karena suhu di bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa  hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan global telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya mencapai 60o Fahrenheit. Namun, pemanasan global menjadi permasalahan dan masih menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfer mengalami peningkatan.
  2.3 pembatasan masalah
  2.4 Tujuan Penelitian
Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemanasan global ini telah terjadi dan penyebabnya.
Semua ini masih menjadi pertanyaan bagi manusia karena sampai sekarang masih belum mendapatkan penyebab yang pasti dari pemanasan global ini dan manusia juga ingin mencari kebenaran mengenai efek dari pemanasan global yang akan dialami oleh manusia atau makhluk hidup serta dampak bagi lingkungan.
Jika pemanasan global ini terjadi, maka efek yang ditimbulkan bukan hanya dialami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air dan sebagainya. Oleh karena itu, melalui penelitian ini diharapkan agar manusia mengurangi aktifitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca, pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lain-lain.
2.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan
global ini adalah :
  • Untuk mengetahui secara jelas apa pemanasan global itu.
  • Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global.
  • Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia
  • sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
  • Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan global.
  • Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan global tersebut.








BAB 2
GLOBAL WARMING

2.1 PENGERTIAN GLOBAL WARMING
Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb).
Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

2.2 PENYEBAB TERJADINYA GLOBAL WARMING
A.     Efek Rumah Kaca
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomenapeningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
 B.     Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.
C.     Dampak Global Warming
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim cuaca, tinggi permukaan air laut, hilangnya pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utaradari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerahdaerahlain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan
mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah daerah  yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi.
Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer.
Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akanmembentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya mataharikembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan.Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1% untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telahmeningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebihsering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.
Akibatnya beberapa daeraakan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang danmungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperolehkekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan denganpemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi.Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
Tinggi Permukaan LautPerubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabilsecara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akanmenghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaanlaut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland,yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telahmeningkat 10-25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCCmemprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah
pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda,
17,5% daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit
pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air
pasang akan meningkat di daratan.Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungidaerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukanevakuasi dari daerah pantai. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangatmempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkanseparuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akanterbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikanmuka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
Selain itu dengan adanya pemanasan global suhu permukaan air laut menjadi lebihhangat, sehingga meningkatkan tekanan bagi ekosistem laut seperti batu karang yangmenjadi putih. Pada proses ini karang-karang melepaskas ganggang yang memberikan warna dan makanan pada karang, sehingga karang menjadi putih dan mati.
Peningkatan suhu air juga membantu menyebarkan penyakit-penyakit yang sangat
mempengaruhi kehidupan mahkluk-mahkluk di dalam laut.
Pertanian Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebihbanyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapatempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungandari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam.
Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulanbulan masa tanam.Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yanglebih hebat.
Hewan dan Tumbuhan. Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini.
Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. Beberapa spesies sangat sulit untuk dapat bertahan di habitatnya sekarang. Beberapa tanaman bunga tidak dapat berbunga tanpa mengalami musim dingin yang benar-benar dingin. Dan kegiatan manusia telah mempersulit tumbuhan dan binatang untuk mencapai habitat barunya bahkan tidak memungkinkan bagi tumbuhan dan binatang untuk mencari habitat baru.
Kesehatan Manusia.Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yangterkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasaditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah kedaerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat ini, 45 persen penduduk duniatinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria;persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat.
Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam kuning, dan encephalitis.
Para ilmuan juga memprediksimeningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangatakan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari. Penderita kanker kulit jugameningkat. Gelombang panas yang terus menerus dapat menyebabkan penyakit dankematian. Banjir dan kekeringan meningkatkan kelaparan dan kekurang gizi. Gejalayang sangat jelas terlihat dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya,hujan deras masih sering datang meski sudah memasuki bulan yang seharusnya sudahterhitung musim kemarau.
Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir pergantian musim kemarau ke musim penghujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari keadaan normal.Serangkaian bencana alam yang terjadi beberapa tahun terakhir ini seperti banjir, kebakaran hutan, longsor, kekeringan, erosi besar-besaran semuanya berhubungan dengan parahnya keadaan hutan kita.Kebakaran hutan yang disebabkan oleh konsesi dan perkebunan telah menobatkan
Indonesia sebagai negara pengemisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia,” Indonesia pantas malu karena telah menjadi negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut yang diubah menjadi pemukiman atau hutan industri. Jika kita tidak bisa menyelamatkan hutan mulai dari sekarang, diperkirakan 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, dan 15 tahun lagi seluruh hutan di Indonesiatidak akan tersisa dan disaat itulah kita semua tidak bisa lagi menghirup udara bersih.
D.     Cara mengatasi Global Warming
Para ilmuwan mempelajari cara-cara untuk membatasi pemanasan global. Kunci utamanya adalah: Membatasi emisi CO2 Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.
Energi alternatif yang dapat digunakan diantaranya angin, sinar matahari, energy nuklir, dan panas bumi. Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi energi listrik. Sinar matahari juga dapat dirubah menjadi energi listrik atau sumber panas yang bias dimanfaatkan seperti pemanas air, kompor matahari, dll. Energi panas bumi bias dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Sumber energi alternatif memang lebih mahal dibanding energi minyak namun penelitian lebih lanjut akan membantu untuk lebih menekan biaya. Emisi CO2 dapat dikurangi jika mobil-mobil bisa lebih hemat bahan bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk menciptakan mesin yang hemat bahan bakar. Penemuan-penemuan telah mengembangkan alat untuk menggantikan mesin pembakaran atau menggunakan mesin yang lebih kecil. Sebuah mobil dengan tenaga batery listrik telah memasuki pasar, tetapi masih dilengkapi dengan mesin kecil berbahan bakar minyak.
Bahan bakar sel yakni sebuah alat yang mampu merubah energi kimia menjadienergi listrik bisa dikembangkan untuk mobil-mobil di masa depan. Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Menyembunyikan karbon dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dibawah tanah atau penyimpanan air tanah dan penyimpanan didalam tumbuhan hidup.
Bawah tanah atau air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2ke dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. Dengan memompakan CO2 kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bisa menyembunyikan karbon dioksida.
Lautan juga dapat menyimpan banyak karbon dioksida, tetapi para ilmuwan belumdapat menetapkan pengaruhnya terhapad lingkungan hidup di dalam laut. Tumbuhan hijau menyerap CO2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan. Setelah tanaman mati maka tubuhnya akan terurai dan melepaskan CO2. Ekosistem dengan tumbuh-tumbuhan yang berlimpah seperti hutan atau perkebunan dapat menahan lebih banyak karbon, tetapi generasi manusia yang akan datang harus tetap menjaga ekosistem agar tetap utuh, jika tidak maka karbon yang disimpan dalam tanaman akan lepas kembali ke atmosfer.
Adapun tindakan yang dapat kita lakukan dalam upaya mengantisipasi pemanasan global adalah dengan mengubah perilaku sehari-hari agar hemat energi. Antara lain dengan cara berikut: a. Menghemat listrik. Contohnya gunakan televise seperlunya, Biasakan mematikan televisi bila tidak digunakan, demikian pula dengan perangkat lainnya seperti DVD, HiFi dan Home Theater, gunakan seterika listrik yang menggunakan sistem pengatur panas otomatis dan aturlah tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaiannya, ganti bohlam lampu dengan jenis CFL dan bersihkan lampu karena debu dapat mengurangi tingkat penerangan hingga 5%.
Jikamenggunakan AC, tutup pintu dan jendela selama AC menyala dan atur suhu secukupnya atau sekitar 21-24ÂșC lalu matikan AC jika tidak digunakan. c. Tanam pohon sebanyak mungkin di lingkungan anda. d. Menjemur pakaian diluar, karena angin dan panas lebih baik dari pada menggunakan mesin dryer (pengering) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. e. Gunakan kendaraan umum yang bebas emisi. Bike for work salah satu alternatifnya. f. Menghemat penggunaan kertas, karena bahan bakunya berasal dari kayu. g. Say no to plastic, karena hampir semua sampah plastic menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar (plastic tersebut didaur ulang)
BAB 3
PENUTUP
  1. Kesimpulan
    1. Pemanasan global merupakan akibat dari aktivitas manusia yang cenderungpossibleistik (manusia dapat mengubah alam). Aktivitas ini lah yang memacupeningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
    2. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahanyang lain seperti meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim cuaca,tinggi permukaan air laut, hilangnya pantai, dan lain-lain.
    3. Pemanasan global merupakan akibat dari aktivitas manusia yang cenderung possibleistik (manusia dapat mengubah alam). Aktivitas ini lah yang memacu peningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
  1.  Saran
Sebagai salah satu makhluk yang tinggal di bumi, kita seharusnya bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada tempat kita tinggal yaitu bumi. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk implementasi dari tanggung jawab tersebut terhadap pemanasan global adalah dengan berusaha semaksimal mungkin menghemat penggunaan energi.


Tags: abstrak makalah, artikel makalah global warming, dampak global warming, makalah banjir, makalah global warming, makalah global warning, makalah pemanasan global, makalah tentang global warming, pengertian global warming, pengertian global warning
Related MAKALAH GLOBAL WARMING

Tips Cara Merapikan Subti

Tips Cara Merapikan Subtitle Film Pasti dari kalian pernah menonton film yang tidak

Macam Macam CPU | Macam M

Macam Macam CPU | Macam Macam Prosesor | Jenis CPU/Prosesor Prosesor merupakan otak

Free Download Album Relig

Free Download Album Religi Maher Zain “Thank you allah.zip “ Free Download Maher

Model Baju Batik Modern

Model Baju Batik Modern Model Baju Batik Modern – Welcome to my Personal

ARTIKEL LAINYA