MAKALAH GLOBAL WARMING - isomwebs.com |
Education, Lifestyle, Entertainment, News, and Articles
Home » Kumpulan Artikel » MAKALAH GLOBAL WARMING
MAKALAH GLOBAL WARMING
|
|
|
|
MAKALAH GLOBAL WARMING
MAKALAH GLOBAL WARMING – pada kesempatan kali ini saya akan
berbagi mengenai makalah global warming.
Bagi anda yang sedang mencari makalah global warming, berikut adalah
makalahnya.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Latar
belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah
diberikan oleh dosen pengajar. Makalh ini membahas tentang Pemanasan global
atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang
perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum
menemukan titik terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha
menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan
topik yang akan diperbincangkan.
2.2
identifikasi masalah
Timbulnya masalah pemanasan global yang merupakan masalah lingkungan
ini telah
menimbulkan berbagai macam pertanyaan, yaitu penyebab, keberadaan dan dampak
yang diakibatkan dari pemanasan global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar
masalah pemanasan global ini dapat
diuraikan dalam
beberapa bagian :
1.
pengertian global warming?
2.
penyebab global warming?
Pemanasan
global ini mengakibatkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif.
Tanpa adanya pemanasan global, tidak akan ada kehidupan di dunia karena suhu di
bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu
yang rendah. Pemanasan global telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya
mencapai 60o Fahrenheit. Namun, pemanasan global menjadi permasalahan dan masih
menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfer
mengalami peningkatan.
2.3
pembatasan masalah
2.4
Tujuan Penelitian
Tujuan secara
umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana
pemanasan global ini telah terjadi dan penyebabnya.
Semua ini masih
menjadi pertanyaan bagi manusia karena sampai sekarang masih belum mendapatkan
penyebab yang pasti dari pemanasan global ini dan manusia juga ingin mencari
kebenaran mengenai efek dari pemanasan global yang akan dialami oleh manusia
atau makhluk hidup serta dampak bagi lingkungan.
Jika pemanasan
global ini terjadi, maka efek yang ditimbulkan bukan hanya dialami oleh manusia
saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu
di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian akibat dari
kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana
tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air dan sebagainya. Oleh karena
itu, melalui penelitian ini diharapkan agar manusia mengurangi aktifitas yang
dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global seperti mengadakan kegiatan rumah
kaca, pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi
meningkat, dan lain-lain.
2.5
Manfaat Penelitian
Adapun
manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan
global ini adalah
:
- Untuk
mengetahui secara jelas apa pemanasan global itu.
- Untuk
mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global.
- Untuk
mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia
- sendiri
maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
- Untuk
mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat
dari pemanasan global.
- Untuk
dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat
mencegah lebih lanjut pemanasan global tersebut.
BAB 2
GLOBAL WARMING
2.1 PENGERTIAN GLOBAL WARMING
Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb).
Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.
2.2 PENYEBAB TERJADINYA GLOBAL WARMING
A. Efek Rumah Kaca
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomenapeningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.
Gas-gas ini
menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan
akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi
berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin
meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang
terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan
oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan
menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan
tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan
global menjadi akibatnya.
B.
Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan
bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari
awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara
mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya
aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan
mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah
diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari
menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga
dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi
mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan
aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa
pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.C. Dampak Global Warming
Meningkatnya suhu
global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti
meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim cuaca, tinggi permukaan air
laut, hilangnya pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
Para ilmuan
memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utaradari belahan
Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerahdaerahlain di
Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan
mengecil. Akan
lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah daerah
yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya
lagi.
Pada pegunungan
di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan
lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area.
Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk
meningkat.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang
menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut
malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini
disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan
meningkatkan efek insulasi pada atmosfer.
Akan tetapi, uap
air yang lebih banyak juga akanmembentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan
memantulkan cahaya mataharikembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan
menurunkan proses pemanasan.Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah
hujan, secara rata-rata, sekitar 1% untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan.
(Curah hujan di seluruh dunia telahmeningkat sebesar 1 persen dalam seratus
tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebihsering. Selain itu, air akan lebih
cepat menguap dari tanah.
Akibatnya
beberapa daeraakan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup
lebih kencang danmungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang
memperolehkekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan
denganpemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan
terjadi.Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
Tinggi Permukaan
LautPerubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan
yang stabilsecara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan
juga akanmenghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi
permukaanlaut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama
sekitar Greenland,yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut
di seluruh dunia telahmeningkat 10-25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan
para ilmuan IPCCmemprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi)
pada abad ke-21.
Perubahan tinggi
muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah
pantai. Kenaikan
100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda,
17,5% daerah
Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit
pasir akan
meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air
pasang akan
meningkat di daratan.Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat
besar untuk melindungidaerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin
hanya dapat melakukanevakuasi dari daerah pantai. Bahkan sedikit kenaikan
tinggi muka laut akan sangatmempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20
inchi) akan menenggelamkanseparuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat.
Rawa-rawa baru juga akanterbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah
yang sudah dibangun. Kenaikanmuka laut ini akan menutupi sebagian besar dari
Florida Everglades.
Selain itu dengan
adanya pemanasan global suhu permukaan air laut menjadi lebihhangat, sehingga
meningkatkan tekanan bagi ekosistem laut seperti batu karang yangmenjadi putih.
Pada proses ini karang-karang melepaskas ganggang yang memberikan warna dan
makanan pada karang, sehingga karang menjadi putih dan mati.
Peningkatan suhu
air juga membantu menyebarkan penyakit-penyakit yang sangat
mempengaruhi
kehidupan mahkluk-mahkluk di dalam laut.
Pertanian Orang
mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebihbanyak
makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di
beberapatempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat
keuntungandari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam.
Di lain pihak,
lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak
dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari
gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim
dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak
bulanbulan masa tanam.Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan
serangga dan penyakit yanglebih hebat.
Hewan dan
Tumbuhan. Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari
efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam
pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas
pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru
karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia
akan menghalangi perpindahan ini.
Spesies-spesies
yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau
lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu
secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. Beberapa spesies
sangat sulit untuk dapat bertahan di habitatnya sekarang. Beberapa tanaman
bunga tidak dapat berbunga tanpa mengalami musim dingin yang benar-benar
dingin. Dan kegiatan manusia telah mempersulit tumbuhan dan binatang untuk mencapai
habitat barunya bahkan tidak memungkinkan bagi tumbuhan dan binatang untuk
mencari habitat baru.
Kesehatan
Manusia.Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang
yangterkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang
biasaditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan
hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat
berpindah kedaerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat ini, 45
persen penduduk duniatinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh
nyamuk pembawa parasit malaria;persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen
jika temperature meningkat.
Penyakit-penyakit
tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam
kuning, dan encephalitis.
Para ilmuan juga
memprediksimeningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara
yang lebih hangatakan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
Penderita kanker kulit jugameningkat. Gelombang panas yang terus menerus dapat
menyebabkan penyakit dankematian. Banjir dan kekeringan meningkatkan kelaparan
dan kekurang gizi. Gejalayang sangat jelas terlihat dari pemanasan global
adalah berubahnya iklim. Contohnya,hujan deras masih sering datang meski sudah
memasuki bulan yang seharusnya sudahterhitung musim kemarau.
Menurut
perkiraan, dalam 30 tahun terakhir pergantian musim kemarau ke musim penghujan
terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari keadaan
normal.Serangkaian bencana alam yang terjadi beberapa tahun terakhir ini
seperti banjir, kebakaran hutan, longsor, kekeringan, erosi besar-besaran
semuanya berhubungan dengan parahnya keadaan hutan kita.Kebakaran hutan yang
disebabkan oleh konsesi dan perkebunan telah menobatkan
Indonesia sebagai
negara pengemisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia,” Indonesia pantas
malu karena telah menjadi negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas
rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut yang diubah menjadi
pemukiman atau hutan industri. Jika kita tidak bisa menyelamatkan hutan mulai
dari sekarang, diperkirakan 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun
lagi hutan Kalimantan yang habis, dan 15 tahun lagi seluruh hutan di
Indonesiatidak akan tersisa dan disaat itulah kita semua tidak bisa lagi
menghirup udara bersih.
D.
Cara mengatasi Global Warming
Para ilmuwan
mempelajari cara-cara untuk membatasi pemanasan global. Kunci utamanya adalah:
Membatasi emisi CO2 Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua
yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak
mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.
Energi alternatif
yang dapat digunakan diantaranya angin, sinar matahari, energy nuklir, dan
panas bumi. Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi energi listrik.
Sinar matahari juga dapat dirubah menjadi energi listrik atau sumber panas yang
bias dimanfaatkan seperti pemanas air, kompor matahari, dll. Energi panas bumi
bias dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Sumber energi
alternatif memang lebih mahal dibanding energi minyak namun penelitian lebih
lanjut akan membantu untuk lebih menekan biaya. Emisi CO2 dapat dikurangi jika
mobil-mobil bisa lebih hemat bahan bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah
bekerja untuk menciptakan mesin yang hemat bahan bakar. Penemuan-penemuan telah
mengembangkan alat untuk menggantikan mesin pembakaran atau menggunakan mesin
yang lebih kecil. Sebuah mobil dengan tenaga batery listrik telah memasuki
pasar, tetapi masih dilengkapi dengan mesin kecil berbahan bakar minyak.
Bahan bakar sel yakni sebuah alat
yang mampu merubah energi kimia menjadienergi listrik bisa dikembangkan untuk
mobil-mobil di masa depan. Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah
karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Menyembunyikan
karbon dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dibawah tanah atau penyimpanan air
tanah dan penyimpanan didalam tumbuhan hidup.
Bawah tanah atau
air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2ke dalam lapisan
bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan
alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. Dengan memompakan CO2
kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah
pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa menutupi biaya
penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bisa
menyembunyikan karbon dioksida.
Lautan juga dapat
menyimpan banyak karbon dioksida, tetapi para ilmuwan belumdapat menetapkan
pengaruhnya terhapad lingkungan hidup di dalam laut. Tumbuhan hijau menyerap
CO2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen
diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan.
Setelah tanaman mati maka tubuhnya akan terurai dan melepaskan CO2. Ekosistem
dengan tumbuh-tumbuhan yang berlimpah seperti hutan atau perkebunan dapat
menahan lebih banyak karbon, tetapi generasi manusia yang akan datang harus
tetap menjaga ekosistem agar tetap utuh, jika tidak maka karbon yang disimpan
dalam tanaman akan lepas kembali ke atmosfer.
Adapun tindakan
yang dapat kita lakukan dalam upaya mengantisipasi pemanasan global adalah
dengan mengubah perilaku sehari-hari agar hemat energi. Antara lain dengan cara
berikut: a. Menghemat listrik. Contohnya gunakan televise seperlunya, Biasakan
mematikan televisi bila tidak digunakan, demikian pula dengan perangkat lainnya
seperti DVD, HiFi dan Home Theater, gunakan seterika listrik yang menggunakan
sistem pengatur panas otomatis dan aturlah tingkat panas yang diperlukan sesuai
dengan bahan pakaiannya, ganti bohlam lampu dengan jenis CFL dan bersihkan
lampu karena debu dapat mengurangi tingkat penerangan hingga 5%.
Jikamenggunakan
AC, tutup pintu dan jendela selama AC menyala dan atur suhu secukupnya atau
sekitar 21-24ÂșC lalu matikan AC jika tidak digunakan. c. Tanam pohon sebanyak
mungkin di lingkungan anda. d. Menjemur pakaian diluar, karena angin dan panas
lebih baik dari pada menggunakan mesin dryer (pengering) yang banyak
mengeluarkan emisi karbon. e. Gunakan kendaraan umum yang bebas emisi. Bike for
work salah satu alternatifnya. f. Menghemat penggunaan kertas, karena bahan
bakunya berasal dari kayu. g. Say no to plastic, karena hampir semua sampah
plastic menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar (plastic tersebut didaur
ulang)
BAB 3
PENUTUP
PENUTUP
- Kesimpulan
- Pemanasan
global merupakan akibat dari aktivitas manusia yang
cenderungpossibleistik (manusia dapat mengubah alam). Aktivitas ini lah
yang memacupeningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
- Meningkatnya
suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahanyang lain
seperti meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim cuaca,tinggi
permukaan air laut, hilangnya pantai, dan lain-lain.
- Pemanasan
global merupakan akibat dari aktivitas manusia yang cenderung
possibleistik (manusia dapat mengubah alam). Aktivitas ini lah yang
memacu peningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
- Saran
Sebagai salah
satu makhluk yang tinggal di bumi, kita seharusnya bisa bertanggung jawab atas
apa yang terjadi pada tempat kita tinggal yaitu bumi. Oleh karena itu sebagai
salah satu bentuk implementasi dari tanggung jawab tersebut terhadap pemanasan
global adalah dengan berusaha semaksimal mungkin menghemat penggunaan energi.
makalah global warming , makalah tentang global warming , makalah badai , makalah global warming pdf , makalah ipa tentang ekosistem , dampak positif dan negatif
global warming , karya tulis tentang global warming
, contoh makalah global warning , artikel global warming , contoh makalah global warming
Tags: abstrak makalah, artikel
makalah global warming, dampak global warming,
makalah banjir, makalah global
warming, makalah
global warning, makalah pemanasan
global, makalah
tentang global warming, pengertian global
warming, pengertian
global warning —
Related MAKALAH GLOBAL WARMING
Tips Cara Merapikan Subti
Tips Cara Merapikan Subtitle Film Pasti dari kalian
pernah menonton film yang tidak
Macam Macam CPU | Macam M
Macam Macam CPU | Macam Macam Prosesor | Jenis
CPU/Prosesor Prosesor merupakan otak
Free Download
Album Relig
Free Download Album Religi Maher Zain “Thank you
allah.zip “ Free Download Maher
Model Baju Batik Modern
Model Baju Batik Modern Model Baju Batik Modern – Welcome
to my Personal
ARTIKEL LAINYA
- makalah tentang global warming
- karya ilmiah drama pkn
- artikel teks proposal
- kti
upaya pengolahan sampah sebagai peningkatan ekonomi masyarakat
- feeri dowuland filem korea
prices hous
isomwebs.com
| About Me | Contact | Privacy Policy
Copyright © 2012 isomwebs.com | Sola News | Blog Remaja | Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia
Copyright © 2012 isomwebs.com | Sola News | Blog Remaja | Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

No comments:
Post a Comment