PENGENALAN ALSINTAN
PASCA PANEN
Di
Susun Oleh :
Kelompok II
Anggota :
1. Mawardi (1105101050047)
2. Indra Darmawan (1105101050097)
JURUSAN TEKNIK
PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH
KUALA
DARUSSALAM-BANDA ACEH
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Alsintan pra panen dilakukan setelah penanaman sampai pada panen. Kendala
seringkali ditemukan ketika pangoperasian alsintan ini, masalah tersebut
ialah rendahnya mutu dan tingginya tingkat kehilangan hasil. Petani sering
kewalahan dengan permasalahan tersebut, disamping itu kurang nya penyuluhan
tentang penggunaan alsintan ini membuat para petani tidak mengerti sepenuhnya
bagaimana cara mengoperasikan alat ini secara maksimal. Alat seperti Trasher
dan ITGM memang masih minim ditemukan dikalangan para petani yang ada di daerah
– daerah, tetapi tidak ada salahnya jika pengenalan secara langsung dilakukan
kepada para petani – petani yang ada didaerah tersebut, karena penanganan pasca
panen merupkan rangkaian utama untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu.
Proses penggunaan alsintan pra panen seperti Trassher, ITGM dan Combine
membutuhkan proses yang panjang dan kompleks, bagaimana seluk beluknya penggunaannya
sangat diperlukan oleh para petani agar alsintan tersebut dapat beroperasi
secara maksimal dan efektif. Tidak hanya ditentukan oleh masalah teknis tetapi
juga melibatkan masalah social dan ekonomi yang menyangkut berbagai sector dan
displin ilmu. Namun pada intinya penggunaan alsintan ini bertujuan untuk
mempermudah kerja para petani dalam memperoleh hasil dari lahannya agar para
petani tersebut tidak mengalami kerugian khususnya rendahnya mutu dan tingginya
tingkat kehilangan hasil.
1.2 Tujuan percobaan
Adapun
tujuan dari praktikum ini ialah untuk mengenal, melihat dari dekat dan
mengetahui bagian bagian utama pada alsintan pasca panen serta fungsinya,
adapun alat yang diamati ialah trassher, ITGM, dan Combine
BAB II
DASAR TEORI
Alsintan
pasca panen dilakukan setelah masa penanaman sampai pada panen. Masalah pasca
panen yang dihadapi oleh petani adlah rendahnya mutu dan tingginya tingkat
kehilangan hasil. Penanganan pasca panen merupakan kegiatan utama untuk
meningkatkan dan mempertahankan mutu. Prosesnya merupakan rangkaian yang
panjang dan kompleks. Tidak hanya ditentukan oleh masalah teknis tetapi juga
melibatkan masalah social dan ekonomi yang menyangkut berbagai sector dan
disiplin ilmu. Adapun kegunaan alat ini ialah :
- memepercepat waktu penanganan pasca panen.
- mengurangi kejerihan kerja petani.
- menekan ongkos kerja petani.
- meningkatkan produksi pangan dan memepertahankan mutu.
- mudah dalam pengerjaan
- lebih fleksibel.
- menghemat waktu dalam proses pemanenan.
Tujuan akhir dari setiap operasi pemanenan dan perontokan adalah untuk
memperoleh gabah yang bebas dari kotoran dan sisa tanaman, dengan susut yan
minimum, kerusakan eksternal yang minimum, kerusakan internal yang minimum.
Karena kerusakan merupakan suatu hal yang sangat kurang menyenangkan jika
dialami oleh para petani, oleh sebab itu peralatan yang digunakan sekarang
haruslah benar – benar telah bisa layak pakai.
Keuntungan dari Alsintan Trasher, ITGM dan Combine ini diantaranya ialah
memepercepat waktu penanganan pasca panen, artinya disini ialah waktu yang
diperlukan tidak begitu panjang, jika proses kerja alsintan dapat bekerja
sesuai dengan yang diharapkan maka para petani mempunyai waktu luang untuk
mempersiapkan lahan nya kembali untuk musim tanam kedepan. Disamping itu dengan
menggunakan Alsintan Pasca panen ini diharapkan dapat mengurangi kejerihan
kerja petani, bayangkan saja jika kerja para petni tersebut tidak didukung oleh
mesin, maka akan banyak waktu yang terbuang hanya karena proses pasca panen
ini. Dan satu hal lagi alsintan ini akan sangat mudah bila dipelajari dengan
teliti oleh para petani. Memang permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah
sekarang ialah jika disalurkan alat – alat ke setiap pemukiman yang mempunyai
petani, akan kah peralatan pertanian tersebut bisa digunakan secara optimal
oleh para petani ?
BAB III
METODELOGI
PERCOBAAN
3.1 Waktu dan tempat
A. Hari/ tanggal : Minggu, 18
Desember 2005
B. Tempat
: Laboratorium Mesin dan Peralatan, Jurusan Teknik Pertanian,
Fakultas Pertanian, Universitas Syiah
Kuala.
3.2 Alat dan bahan
A. Alat:
Ø Thrassher,
Ø ITGM dan
Ø Combine
B. Bahan:
Ø Bensin.
3.3 Cara kerja
Pengamatan spesifikasi Thrassher, ITGM
dan Combine.
- Diamati Merk, model/type, negara pembuat serta tahun
pembuatannya.
- Dicatat kecepatan putarannya.
- Dipelajari sistem transmisinya.
- Dilihat bahan bakar yang digunakan.
- Daiamati volume serta jumlah silindernya.
- Dipelajari bagian- bagian dari rice
transplanter serta fungsinya.
- Dipelajari cara pengoperasiannya.
BAB IV
DATA PENGAMATAN
DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Pengamatan
Dari
hasil pengamatan terhadap spesifikasi alat alsintan Pasca Panen,
didapatkan data sebagai berikut:
Nama
: Trassher
Fungsi
: Sebagai alat Perontok Gabah
Merk
: Yanmar
Model/
Type
: AP100
Negara
Pembuat
: Jepang
Tahun Pembuatan
: 1997
Sistem
Transmisi
: Pulli dan Sabuk
Bahan
Bakar
: Bensin
Jumlah
silinder
: 1 (satu) Buah
Nama
: ITGM
Fungsi
: Sebagai alat Perontok Gabah
Merk
: Yanmar
Model/
Type
: AP100
Negara
Pembuat
: Jepang
Tahun
Pembuatan :
1997
Sistem
Transmisi
: Pulli dan Sabuk
Bahan
Bakar
: Bensin
Jumlah
silinder
: 1 (satu) Buah
Nama
: Combine
Fungsi
: Sebagai alat Perontok Gabah
Merk
: Yanmar
Model/
Type
: AP100
Negara
Pembuat
: Jepang
Tahun
Pembuatan :
1997
Sistem
Transmisi
: Pulli dan Sabuk
Bahan
Bakar
: Bensin
Jumlah
silinder
: 1 (satu) Buah
4.2 Pembahasan
Tresher,
ITGM serta Combine merupakan alat yang mempunyai fungsi yang sama didalam masa
pasca panen, Tresher adalah alat ciptaan Jepang, mesin ini mempunyai satu
silinder, system kerjanya memakai Pulli dan Sabuk system ini sering digunakan
pada mesin – mesin lain yang membutuhkan hasil kerja tinggi dari mesin
tersebut, bahan baker dari tresher ini ialah bensin. Cara kerja tresher ini
ialah pertama ketika ruang pembakaran berkerja dengan menggunakan satu
silinder, kemudian tenaga dipompa ke tuas pemutar atau yang disebut Pulli,
pulli pertama berukuran kecil dan melekat pada motor, kemudian tenaga putar
yang dihasilkan diteruskan ke pulli dua yang lebih besar, pulli dua ini ialah
bagian exsternal dari motor, penghubung kerja dua pulli ini ialah sabuk.
Kemudian putaran tersebut digunakan untuk merontokan gabah, dengan cara
dipasang alat perontok pada pulli dua.
ITGM adalah alsintan yang digunakan pada masa Pasca panen cara kerja sama juga
dengan Tresher, mempunyai satu silinder, sistim tranmisinya menggunakan pulli
dan sabuk, menggunakan bahan bakar bensin, alsintan ini pertama kali digunakan
di Negara Jepang dan dipatenkan disana pada tahun 1997.
Combine juga merupakan salah satu alat dan mesin yang digunakan dalam
pengerjaan pasca panen. Tujuan akhir dari setiap operasi pemanenan dan
perontokan adalah memperoleh gabah yang bebas dari kotoran dan sisa tanaman,
dengan
- susut yang minimum
- kerusakan eksternal
- kerusakan internal minimum
adapun kegunaan alat ini ialah :
a.
mudah dalam pengerjaan
b.
lebih fleksibel lebih lincah
c.
menghemat waktu dalam proses pemanenan.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
- Penanganan pasca panen merupakan kegiatan utama untuk
meningkatkan dan mempertahankan mutu.
- Adapun kegunaan alat ini ialah :
1) memepercepat
waktu penanganan pasca panen.
2) mengurangi
kejerihan kerja petani.
3) menekan
ongkos kerja petani.
4) meningkatkan
produksi pangan dan memepertahankan mutu.
5) mudah
dalam pengerjaan
6) lebih
fleksibel.
7) menghemat
waktu dalam proses pemanenan.
3. Tujuan
akhir dari setiap operasi pemanenan dan perontokan adalah untuk memperoleh
gabah yang bebas dari kotoran dan sisa tanaman, dengan susut yan minimum,
kerusakan eksternal yang minimum, kerusakan internal yang minimum
5.2 Saran
Untuk praktikum yang
akan datang, hendaknya para asisten benar- benar mempersiapkan serta
memperbaiki segala kerusakan dari alsintan pra- panen yang akan dipraktikumnkan
serta dapat difungsikan sebagaimana mestinya sehingga praktikum dapat berjalan
secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Herawati Isni Dra, 1989. TEKNIK SUMBER DAYA AIR.
Proyek Invetoris. Yogyakarta.
Sutrisno lukman, 1999. BENDUNGAN DAN KONSTRUKSINYA .
Direktorat DEPDIKBUD. Jakarta
Tim Penyusun Penuntun Praktikum.
IRIGASI DAN DRAINASE, 2005. Laboratorium Mesin dan Peralatan I,
Jur. Teknik Pertanian, FAPERTA, UNSYIAH.

No comments:
Post a Comment